Kompor Kaleng Bekas

Bagi yang suka berkemah terutama para Pecinta Alam dan Pramuka, saya akan berbagi sedikit tips cara membuat kompor lapangan dari kaleng bekas minuman ringan. Selain cukup murah meriah, setidaknya kita ikut sadar berpartisipasi menjaga lingkungan dari sampah yang kian hari makin menumpuk. Sama halnya dengan membuat Lampu Darurat dari Kaleng Bekas. Bagi yang ngaku sebagai Pramuka, implementasi pengamalan Dasa Dharma Pramuka kedua dan keenam dapat direalisasikan.






Oce pren-pren, langsung saja kita ikuti cara buatnya.
  1. Siapkan dua buah kaleng bekas minuman ringan.
    Klik
  2. Tandai dari bagian bawah kaleng dengan spidol -/+ 1,5cm.
    Klik
  3. Beri tanda dengan spidol untuk membuat lubang dengan jarak 1 - 2 cm.
    Klik
  4. Lubangi bagian tengahnya dengan diameter uang logam Rp.100,-.
    Klik
  5. Selanjutnya, potong bagian kaleng yang telah ditandai pada poin 2 diatas.
    Klik
  6. Satukan kedua potongan kaleng.
    Klik
  7. Ambil sisa kaleng dan potong lembaran kaleng dengan ukuran lebar 2cm dan panjang 8cm. Lalu bentuk menjadi melingkar.
    Klik
  8. Masukkan lembaran kaleng pada poin 7 diatas ke bagian kaleng yang sudah disatukan pada poin 6.
    Klik
  9. Selanjutnya beri bahan bakar spristus atau ethanol dan sulut dengan api dan tunggu beberapa saat. Ketikan bahan bakar panas/mendidih, api akan keluar dari sisi kaleng yang dilubangi dan kompor siap untuk memasak.
  10. Ada banyak versi untuk membuat kompor dari kaleng bekas. Ada yang apinya langsung menjulur ke atas ada pula yang menjulur kesamping. Tergantung dari teknik melubanginya. Silakan search aja ke mbah Google. Mau lihat handmade Kere...klik disini

Joule Thief dengan transistor PNP

Pada postingan sebelumnya, rangkaian Joule Thief dengan transistor jenis NPN dapat menghasilkan tegangan (voltase) yang cukup tinggi dari baterai AA 1,5 volt meningkat hingga ratusan volt. Karena
masih penasaran dan kebetulan kehabisan stok transistor jenis NPN untuk membuat Lampu Darurat (banyak yang pesan, soalnya habis mati lampu), saya coba-coba rangkaian Joule Thief ini dengan transistor jenis PNP. Alhasil, tidak kalah dengan transistor jenis NPN. Berikut rangkaian Joule Thief dengan transistor jenis PNP :

 Komponen yang digunakan :
  1. Transistor PNP 8550.
  2. Resistor 330 Ohm.
  3. Ferit Toroid atau batang ferit
  4. Kabel Email.
  5. Lampu Led putih.
  6. Baterai AA satu buah.
Dari gambar diatas, pola rangkaiannya sama dengan pola rangkaian pada transistor NPN, hanya saja jika menggunakan transistor jenis PNP kutub positif (+) dan (-) baterai AA dibalik. Begitu juda posisi anoda dan katoda pada lampu led.



Link Referral untuk mendaftar PHP

Powerfull PHP (yaitu Powerfull People Help People, yang kemudian cukup kita sebut sebagai PHP saja) bukanlah sebuah perusahaan. PHP bukanlah sebuah bank. PHP bukanlah sebuah kegiatan usaha. Di dalam sistem PHP tidak ada pimpinan maupun pemilik.

PHP adalah sebuah komunitas global terpercaya dimana setiap orang sedang mengubah dunia untuk saling membantu, saling menolong dengan mengedepankan azas keikhlasan, kerelaan hati dan gotong royong. Orang yang terlibat di dalamnya tidak mengharapkan pengembalian atas uang mereka. Mereka menyumbangkan uang mereka untuk orang biasa yang sama seperti mereka.

PHP merupakan komunitas dengan program teknis yang membantu jutaan orang di seluruh dunia untuk mencari orang yang butuh dana bantuan dan jutaan orang yang siap memberi dana bantuan dengan sukarela.

Website PHP dan semua nomer rekening merupakan sarana yang digunakan untuk saling membatu satu sama lain. Software berfungsi untuk mengumpulkan data orang yang memerlukan bantuan. Pada waktu yang bersamaan, software juga mengirimkan data kepada orang yang bersedia untuk membantu.

Meskipun dalam kenyataannya, Anda sudah memberikan bantuan, bukan berarti orang yang Anda beri bantuan wajib membantu Anda. Anda harus mengetahui hal ini dan jangan bergabung dengan PHP melalui uang Anda jika Anda tidak siap untuk memberikannya kepada orang lain tanpa mengharapkan uang Anda kembali.

Siapapun yang beranggapan bahwa PHP adalah sebuah kegiatan usaha atau perusahaan MLM dan berpikir tentang bagaimana cara menghasilkan uang di sini, sebaiknya jangan bergabung dengan komunitas kami.

Link Referral untuk mendaftar PHP : https://www.powerfullphp.com/?u=DIKALIJAGA

Lampu Darurat dari Kaleng Bekas

Ketika listrik (PLN) padam, sering kali lilin dijadikan alternatif utama sebagai pengganti penerangan sementara di malam hari. Tak jarang kita dibuat kerepotan untuk meletakkannya agar terhindar dari tiupan angin. Selain itu api lilin cenderung membahayakan jika kita lalai. Niatnya menerangi ruangan, eh...malah bakar rumah.
Karena masih penasaran dengan teori Joule Thief, sambil mengkhayal saya otak-atik kaleng dan botol bekas minuman ringan sebagai pengganti lilin.
Hasilnya lumayan maknyos... Irit, tahan lama, anti angin dan dijamin nggak bakal bakar rumah sendiri atau rumah tetangga. Mujurnya lagi, banyak tetangga yang minta dibuatkan. Bahkan ada yang minta dibuatkan sampai 2 kodi. Khayalan saya semakin bertambah. Semoga saudaranya tetangga dan handaitolannya juga minta dibuatkan.. hahaha...

Bahan yang perlu disiapkan :
  1. Dua buah kaleng bekas minuman ringan.
  2. Satu buah botol plastik bekas (usahakan yang berwarna bening).
  3. Satu buah baterai 1,5 Volt AAA.
  4. Sebuah rangkaian elektronik.
Alat-alat :
  1. Tang.
  2. Pisau Cutter.
  3. Lem.
  4. Pencil dan penggaris.
  5. Amplas.
Langsung saja ke proses buatnya.
  1. Siapkan dua buah kaleng dan sebuah botol bekas minuman ringan serta satu buah wadah jelly makanan anak-anak.
    Gambar 1

  2. Ambil salah satu kaleng dan potong bagian bawahnya kira-kira 0,5 cm dari bagian bawah kaleng yang berwarna.
    Gambar 2
  3. Potong ujung botol bekas minuman ringan dan buatlah gulungan dari sisa kaleng yang dipotong bagian bawahnya tadi. Lalu masukkan gulungan tersebut pada ujung botol dan rekatkan dengan lem.
    Gambar 3
  4. Potong kertas (kertas agak tebal/kertas gambar) dengan ukuran panjang 30 cm dan lebar setinggi baterai AAA.
    Gambar 4
  5. Masukkan gulungan kertas tersebut ke ujung botol yang telah dilem dengan gulungan  kaleng.
    Gambar 5
  6. Selanjutnya, ambil bagian bawah kaleng yang telah dipotong tadi dan lubangi bagian tengahnya dengan diameter sama dengan diameter ujung botol. Masukkan ujung botol pada lubang dan rekatkan dengan lem.
    Gambar 6
  7. Buatlah rangkaian lampu LED dari bekas wadah jelly (makanan ringan) dan masukkan ke gulungan kaleng yang telah direkatkan dengan potongan ujung botol seperti pada gambar 7 dibawah ini.
    Gambar 7
  8. Ambil sisa botol yang telah dipotong ujungnya tadi dan potong bagian tengahnya. Fungsinya adalah sebagai kaca pelindung rangkaian lampu..
    Gambar 8
  9. Rekatkan bagian botol yang digunakan sebagai pelindung dengan kaleng bagian dalam. Ambil kaleng yang masih tersisa untuh. Potong bagian bawah kaleng kira-kira 1,5 cm dari bagian bawah kaleng yang berwarna dan potong juga bagian atas kaleng sekitar 2 cm. Rekatkan potongan bagian atas kaleng dengan bagian bawah kaca pelindung. Sehingga tampak seperti pada gambar 9 di bawah ini. Perlu diingat, sebelum direkatkan jangan lupa untuk memasukkan kabel-kabel penghubung ke rangkaian.
    Gambar 9


  10. Selanjutnya ambil potongan bagian bawah kaleng dan rekatkan menjadi satu dengan potongan bagian atas kaleng seperti pada gambar.
    Gambar 10a

    Gambar 10b
 Bagaimana...? tertarik..? Semua tergantung imajinasi dan kreatifitas anda masing-masing.

Dengan rangkaian Joule Thief, hematnya memang sangat luar biasa. Satu buah baterai 1,5 volt AAA dapat menghidupkan 4 buah lampu LED yang dirangkai secara seri (12 volt) selama +/- 25 jam. Sangat cocok bagi para Pramuka atau yang suka berkemah. Bisa menghemat isi kantong.
Bagi rekan-rekan yang berminat lampu darurat 12 Volt atau lihat semua Made in Kere.

Pompa Air Apa yang Cocok Untuk saya....

Pompa hidram dalam aplikasinya membutuhkan persyaratan yang harus /wajib ada, dan perlakuan khusus dalam pembangunanya, sehingga investasi dan hasil yang didapat berimbang, hasil rangkum lanpangan kami tulis sebagai berikut; 
1. Ada sumber air dengan debit air minimal 20 lt/m
2. Ada beda tinggi antara sumber air dan calon tempat pompa, minimal 1 meter
3. Tempat pompa aman dari banjir dan tanah longsor
4. Beda tinggi dimana tandon hasil ditempatkan sebanding dengan potensi nomor 1 dan 2
5. Menggunakan bahan pompa hidram yang tebal dan kuat serta tahan air, SNI
6. Peralatan pendukung seperti bendungan ,pintu air,dan bak penanang perlu desain yang baik
7. Pipa penghantar hasil kelas pvc  AWdengan ukuran berimbang
8. Setiap pipa perlu klem dan pengamanan yang permanen dan kuat
Gambar : Pumpa Hidram Saat Kerja